Sosialisasi Peraturan Sekolah

Sekolah merupakan tempat dan sarana bagi manusia untuk menuntut ilmu yg disebut sebagai murid. Sehingga sekolah adalah sarana pelayanan untuk mendidik murid menjagi seseorang yang berguna baik,bukan negatif. Sekolah dipercaya sebagai tempat belajar di luar keluarga kandung di rumah. Murid juga dilatih agar mau dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat lain. Agar mampu mendidik murid ke arah nyang baik,salah satu upaya sekolah adalah membuat peraturan sekolah. Peraturan – peraturan ini harus dipatuhi agar murid tahu akan batas – batas perilaku sehingga tak terjadi penyimpangan sosial
DISIPLIN DAN TATA TERTIB SEKOLAH merupakan pedoman bagi sekolah untuk menciptakan susana sekolah yang aman dan tertib sehingga akan terhindar dari kejadian-kejadian yang bersifat negatif. Hukuman yang diberikan ternyata tidaklah ampuh untuk menangkal beberapa bentuk pelanggaran, malahan akan bertambah keruh permasalahan.
Beberapa kejadian yang bersifat negatif harus segera ditanggulangi dan ditangkal. Pihak sekolah tidak boleh berputus asa bila menghadapi peserta didik banyak melanggar disiplin dan tata tertib sekolah. Dr. D.J. Schwart memberikan empat pedoman untuk menanggulangi/menangkal pelanggaran disiplin dan tata tertib sekolah, antara lain sebagai berikut:

  • Pelajari kemunduran untuk menempuh jalan ke arah kebersihan.
  • Jangan sekali-kali menyalahkan nasib buruk.
  • Gabungkan ketekunan dan eksperimen-eksperimen baru.
  • Ingat, bahwa dalam setiap situasi selalu ada segi baik dan positif, temukan segi positif itu dan buang keputusasaan.

Keempat pedoman di atas dapat kita pakai untuk menindaklanjuti jika terjadi pelanggaran terhadap disiplin dan tata tertib sekolah. Nursisto (2002) menjabarkan jenis-jenis pelanggaran yang sering dilakukan oleh peserta didik, misalnya aksi corat-coret, membawa alat main atau bacaan/gambar porno, merokok atau terlibat narkoba, dan perkelahian antarsekolah atau tawuran. Terhadap beberapa pelanggaran disiplin sekolah dan tata tertib sekolah tersebut perlu dicari jalan keluarnya. Beberapa langkah yang perlu dikembangkan dalam menangkal dan menanggulangi pelanggaran disiplin dan tata sekolah tersebut, antara lain:

Menangkal aksi corat-coret

  1. Menggalakkan pelaksanaan kegiatan 7K.
  2. Sesuaikan tempat duduk peserta didik dengan denah kelas.
  3. Diadakan kebersihan sekolah secara kontinyu dan berkala, misalnya sebulan sekali.
  4. Dilakukan kerja bakti massal setiap akhir semester atau akhir tahun pelajaran.
  5. Dicantumkannya sanksi yang jelas dan mendidik bagi peserta didik yang melakukan corat-coret di dinding dan di meja kelas.
  6. Diberikan tugas oleh guru agar peserta didik membuat karangan bagi mereka yang melakukan corat-coret.
  7. Dilakukan pemeriksaan setiap jam pelajaran untuk menangkal aksi corat-coret.
  8. Memasukkan ketentuan sanksi corat-coret di dalam disiplin dan tata tertib sekolah.
  9. Dilaksanakan lomba kebersihan dan keindahan kelas pada kegiatan class meeting.

Menangkal membawa alat main dan bacaan/gambar porno

  1. Dilakukan razia secara tiba-tiba kepada seluruh peserta didik tanpa diberitahu terlebih dahulu.
  2. Menyita semua barang terlarang yang kedapatan di dalam tas atau tersimpan dalam laci meja peserta didik.
  3. Memperhatikan kondisi dan tingkah laku peserta didik pada saat proses pembelajaran.
  4. Sesekali memberikan pertanyaan kepada peserta didik sehingga tidak membuat kesempatan baginya untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
  5. Sesekali guru berpindah posisi dalam mengajar agar perhatiannya menyeluruh kepada peserta didik.
  6. Mencantumkan larangan membawa barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah.
  7. Guru bimbingan dan konseling dan guru pendidikan agama mengambil peran dan berinisiatif untuk menyadarkan peserta didik agar jangan melakukan hal-hal yang terlarang.

Menangkal membawa rokok atau narkoba

  1. Dilakukan penggeledahan isi tas peserta didik.Melakukan pengawasan secara khusus kepada peserta didik yang patut dicurigai membawa rokok atau narkoba.
  2. Melakukan kerja sama dengan pihak lain di luar sekolah, misalnya warga masyarakat, pemerintah setempat, dan aparat kepolisian.
  3. Memberikan laporan secepatnya kepada orang tua peserta didik bila terjadi tanda-tanda peserta didik melakukan penyimpangan dari tata tertib sekolah yang berhubungan dengan merokok atau mengonsumsi narkoba.
  4. Diadakan ceramah atau penyuluhan tentang bahaya merokok atau mengonsumsi narkoba oleh pihak-pihak yang berkompeten dan relevan, misalnya dari seorang dokter, psikiater, dan kepolisian, serta para alim ulama.
  5. Perlunya memberikan penekanan pada masalah keduanya dikaitkan dengan pelajaran agama (imtaq) dan budi pekerti oleh guru yang berkompeten.
  6. Orang tua peserta didik diminta mengisi surat pernyataan bahwa bila ternyata anaknya terlibat dalam pelanggaran merokok dan narkoba tadi dapat dikeluarkan dari sekolah.

Menangkal perkelahian antarsekolah/tawuran antar pelajar

  1. Sekolah menyediakan media penyaluran bakat, minat, dan kelebihan potensi peserta didik. Karena peserta didik mempunyai potensi atau kelebihan energi dan memerlukan penyaluran, maka kebutuhan bidang-bidang olahraga, seni, dan kreativitas umum perlu diciptakan.
  2. Di sekolah perlu dibentuk tim-tim olahraga dan seni maupun kegiatan ekstrakurikuler yang lain. Beberapa bidang yang dapat digunakan untuk penyaluran bakat/minat itu misalnya pramuka, karang taruna, cinta alam, dan PMR.
  3. Sekolah membuat program-program yang memberikan peluang kepada peserta didik untuk menuangkan prestasi dan kreasi. Majalah dinding, majalah sekolah, lomba sepak bola, voli, tenis meja, bola basket diatur sedemikian rupa sehingga para peserta didik merasa memperoleh penyaluran kelebihan tenaga mereka. Bidang seni teater dan musik digalakkan agar peserta didik mendapat tempat untuk bereksistensi sesuai dengan jiwa muda mereka.
  4. Pihak antarsekolah yang berdekatan sebaiknya membentuk ikatan atau persatuan pengurus OSIS. Dari banyak pengurus OSIS di sekolah itu kemudian dibentuk sebuah ikatan kepengurusan pada tingkat kota/kabupaten. Tugasnya agar saling menciptakan iklim ketentraman bersama, menjalin kerukunan antarsekolah sekaligus menjadi penengah bila terjadi perkelahian antarsekolah.
  5. Dilakukan suatu kegiatan program bersama. Misalnya digelar sebuah pentas teater yang diperankan oleh tiap-tiap sekolah.
  6. Mengadakan kegiatan secara terpadu dalam rangka memperingati hari-hari besar, misalnya hari bebas rokok dan diadakan dialog antar pelajar yang mewakili tiap-tiap sekolah.

Semua kegiatan tersebut ditujukan supaya dapat mencegah terjadinya hal-hal negative. Jika kegiatan – kegiatan tersebut berhasil, maka penyimpangan – penyimpangan yang terjadi bisa dicegah bahkan berkurang. Semua tergantung dari diri setiap murid, sebab tanpa adanya kesadaran maka penyimpangan – penyimpangan tersebut akan terjadi terus – menerus.

Respond For " Sosialisasi Peraturan Sekolah "

Kami berterimakasih atas partisipasi komentar anda